Gaya Hijau Konsumen

Posted: October 16, 2011 in Lingkungan
Tags:

Melanjutkan harapan harmonisasi teknologi dan alam, dari sisi gaya hijau konsumen IT. Sama mempunyai posisi penting seperti yang digambarkan pada “Sebagai konsumen, kita punya kekuatan. Produsen memang bisa mempengaruhi tetapi tidak bisa berbuat apa-apa dalam menentukan produk-produk apa yang akan dipilih konsumen. Para produsen hanya bisa mengikuti kemauan pasar. Jadi, sebagai konsumen yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, kenapa kita tidak memilih untuk menggunakan produk-produk yang lebih ramah lingkungan ?”

Pada pihak ini terdapat beragam cara menyiasati gaya hijau konsumen dalam memanfaatkan teknologi. Seperti :

Dengan berpikir kreatif, membiasakan mencari dan menggunakan sumber daya yang bisa diperbaharui.

Karena berikut ini mungkin terdengar seperti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sekolah dasar, tetapi itu hanya membuktikan bahwa sebetulnya kesadaran lingkungan sebetulnya sudah ditanamkan sejak kecil.
Sebagai konsumen IT yang sadar lingkungan, bisa memilih untuk sebisa mungkin menggunakan sumber daya alam yang bisa diperbaharui.
Contoh yang paling umum adalah daya listrik tenaga surya yang saat ini semakin mudah didapatkan. Jika usaha tersebut masih sulit dilakukan, mungkin kita bisa mencoba untuk menghemat penggunaan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui. Cara termudah adalah dengan meminimalkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak. Menghemat penggunaan listrik juga termasuk didalamnya karena masih banyak pembangkit listrik yang menggunakan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui.

Menggunakan media (barang) hampir bekas
Jaman sekarang ini siapa pun tidak perlu malu menggunakan barang bekas. Apalagi barang-barang yang berhubungan dengan IT. Kalau memang istilah bekas agak sedikit terdengar kurang pantas, mari kita gunakan istilah yang banyak digunakan oleh para penjual: second, rekondisi atau refurbished.
Menggunakan barang bekas berarti mengurangi jumlah sampah elektronik. Meskipun demikian, bekas disini tidak berarti selalu jelek, seringkali hanya berarti lebih murah dan sudah pernah dipakai. Tetapi itu bukan berarti bahwa kita bisa dengan begitu saja membeli barang yang tidak bisa dibilang baru. Kita tetap harus melakukan cek terhadap kondisi barangnya.

Menghemat penggunaan kertas dan tinta
Pengguna juga bisa berbuat lebih jauh dengan meminimalisasi penggunaan bahan-bahan lain yang bisa dicari alternatifnya yang lebih ramah lingkungan. Misal, dengan menggunakan halaman kosong dari kertas bekas untuk mencetak dokumen yang tidak terlalu penting, atau bahkan tidak mencetaknya sama sekali dan membaca versi elektroniknya.
Alternatif lain adalah dengan mencari versi elektronik dari media yang biasanya berbentuk cetak. Sekarang ini sudah banyak koran yang memiliki versi elektroniknya. Sedang untuk buku, selain versi dokumen elektronik sudah banyak juga versi audio book-nya.
Berkurangnya proses pencetakan dokumen juga akan otomatis mengurangi penggunaan tinta pada printer. Kita juga bisa menggunakan ulang container/catridge tinta dengan sistem isi ulang.
Di sekolah, para guru saat proses pembelajaran dapat memberikan materi ke siswa dengan selalu memberikan tugas dalam bentuk bukan hasil tercetak ( saat pengumpulan tugas ), tapi dibiasakan dengan bentuk digital / dokumen elektronik,yang dikemas dalam CD / DVD atau media penyimpan lainnya.

source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s